Kendati demikian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku enggan bersaing dengan pelaku usaha Fintech. Bank pelat merah yang fokus di sektor mikro ini menyatakan tidak memandang pelaku Fintech sebagai pesaing di bisnis tersebut.
"Kami tidak memandang Fintech itu musuh bank, pada ujungnya Fintech itu adalah cara bertransaksi. Pada akhirnya mereka masih butuh rekening di bank. Sehingga Fintech bukan lawan," ujar Wakil Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers, Selasa (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmen BRI untuk mendukung sektor UMKM juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai dengan tahun 2016, BRI telah menyalurkan KUR dengan total Rp69,4 triliun kepada kurang lebih 3,9 juta debitur. Dengan pencapaian tersebut, BRI berkontribusi hingga 91,1 persen dari total penyalur KUR nasional. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp71 triliun sesuai dengan kuota dari pemerintah.
"Dalam peta untuk menghadapi Fintech, tidak ada cara lain melalui kolaborasi dengan Fintech," ujar Sunarso.
Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan BRI, juga akan terus meningkatkan fasilitas jaringan elektronik (e-channel) untuk menjangkau dan memudahkan transaksi nasabah. Sejak 2012 hingga 2016, jumlah jaringan digital BRI mencapai 283.453 unit.