Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini mengatakan, pada tahun 2016, pendapatan XL menurun jadi Rp21,34 triliun dari Rp22,87 triliun di 2015 sebagai dampak dari pergeseran atas layanan legacy (voice dan SMS) ke data.
“Namun, tren di semester kedua 2016 menunjukkan hasil yang lebih positif bagi XL. Per kuartal IV 2016, pendapatan data mampu menyumbang 50 persen dari total pendapatan XL, atau lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 31 persen. Sehingga, pada kuartal IV 2016, Gross Revenue tumbuh didorong oleh pertumbuhan pendapatan data,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hasilnya, XL telah mampu mendorong peningkatan profil biaya dan profitabilitas bisnis yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan demikian, margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) XLmeningkat 1,0 persen menjadi 37,6 persen pada tahun 2016 dibandingkan dengan 36,6 persen pada tahun 2015.
Pembangunan jaringan 4G LTE tersebut, juga diimbangi dengan penggelaran jaringan 3G di frekuensi 900 MHz (U900), yang telah berhasil meningkatkan kualitas layanan 3G khususnya di luar Jawa secara signifikan.
Pelanggan XL juga terus tumbuh dengan penambahan 1,5 juta pelanggan pada kuartal ini. Total pelanggan XL kini menjadi 46,5 juta, atau 11 persen lebih tinggi dari total jumlah pelanggan tahun sebelumnya. Sementara itu, ARPU keseluruhan meningkat menjadi Rp35.000 pada tahun 2016, 3 persen lebih tinggi dari Rp34.000 dari periode yang sama tahun sebelumnya. (gir)