"Kita percaya ekspor impor bisa membaik tapi bagaimana persisnya, nanti kami lihat," ujar Darmin di Kantor Pengelola INSW, Senin (6/2).
Menurut Darmin, saat ini kinerja volume dan nilai perdagangan ekspor dan impor telah membaik, namun perizinan perdagangan dari luar ke dalam maupun dalam ke luar negeri masih memiliki banyak kendala sehingga perlu dipercepat dan dibuat seefisien mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam paket kebijakan ke-15 tersebut, Darmin akan membuat tiga sektor bersinergi, yakni INSW, waktu bongkar muat barang atau dwelling time, dan kelogistikan, termasuk soal Pusat Logistik Berikat (PLB).
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung penuh rencana pemerintah mempercepat sektor kelogistikan dengan mengkoordinasikan sektor-sektor tersebut ke dalam paket kebijakan, seperti yang digagas Darmin.
Pasalnya, menurut Budi Karya, komponen antar sektor kelogistikan memang harus bersinergi dengan baik agar percepatan perizinan dapat dikejar, termasuk mempersingkat dwelling time seperti instruksi Presiden Joko Widodo.
"INSW itu memantau, dwelling time indikasi. Pemantauan keduanya agar dwelling time tercapai. Kita tetapkan dwelling time 2,5 hari hari sudah selesai," kata Budi Karya pada kesempatan yang sama. (gen)