Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan, masih banyak perhitungan keekonomian yang belum dimasukkan ke dalam split bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Salah satunya adalah kewajiban pemberian hak partisipasi (Participating Interest/PI) daerah sebesar 10 persen sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami simulasi dengan beberapa skenario dengan kebijakan pemerintah, seperti masalah hak partisipasi daerah. Jika menurut kacamata kami split ini butuh perbaikan, akan kami ajukan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)," jelas Gunung, Selasa (7/2).
Sebelumnya, PHE juga meminta tambahan split ONWJ dari biaya yang belum dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk biaya-biaya aset yang belum terdepresiasi (undepreciated cost) sebesar US$453 juta. Pasalnya, biaya-biaya ini belum dikembalikan dalam bentuk cost recovery meski kontrak PSC sudah berubah menjadi gross split.
"Kemarin Pak Menteri ESDM bilang kalau tambahan split ini bisa ditambah asal dilakukan validasi terlebih dahulu. Kami pun siap untuk melakukan validasi jika diperlukan," katanya.
Janji Efisiensi
Di saat yang sama, perusahaan juga berjanji untuk melakukan efisiensi sesuai permintaan Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM. Untuk itu, perusahaan akan menggandeng lembaga independen untuk menghitung besaran efisiensi yang bisa dilakukan selepas Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 SKK Migas tidak lagi diberlakukan pasca gross split.
Sebelumnya, Gunung mengatakan contractor take berkurang sebesar 7 persen selepas sistem kontrak berubah menjadi gross split. Untuk mengimbangi hal tersebut, perusahaan perlu melakukan efisiensi biaya minimal 5 persen
"Kalau lembaga independen yang menghitung efisiensinya kan jelas, supaya fair saja. Memang kami minta tambahan split, tapi kami juga imbangi dengan efisiensi selepas adanya PTK ini," ujarnya.
Dalam PSC ini, perusahaan mendapat jatah produksi minyak sebesar 57,5 persen dan gas sebesar 62,5 persen. Ini mengganti split sebelumnya, di mana bagi hasil minyak bagi PHE tercatat 15 persen dan gas sebesar 30 persen.
Cadangan minyak ONWJ tercatat sebesar 309,8 juta barel dan gas sebesar 1.114 tcf. Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), produksi minyak blok tercatat sebesar 37.301 barel per hari dan gas sebesar 158,2 MMSCFD per November 2016. (gir/gen)