Hal itu menjadi salah satu skema pembiayaan yang diambil pemerintah, untuk menutupi kekurangan pendanaan proyek bernilai Rp23 triliun yang tidak mampu ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pendanaan saya kira kami bikin lebih fleksibel karena kami tetap ingin selesai pada kuartal pertama 2019. Jadi, Adhi Karya itu tidak hanya sebagai kontraktor saja tapi juga sekaligus investor," ujar Luhut di kantornya, Selasa (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merinci skema pembiayaan tersebut, yakni pemerintah menugaskan Adhi Karya untuk turut menyumbang investasi dalam proyek LRT Jabodebek. Selanjutnya, pemerintah akan memberi jaminan yang dapat digunakan untuk mendapatkan tambahan injeksi modal bagi konsorsium.
Dengan skema pembiayaan ini, Sri Mulyani meyakini pemerintah tetap bisa mengejar target penyelesaian proyek. Adapun saat ini proyek LRT Jabodebek telah berjalan dengan kemajuan baru mencapai 12 persen.
Sementara itu, untuk proyek LRT Palembang yang juga tengah dikerjakan, Luhut memastikan tak ada kendala berarti sehingga permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar proyek rampung sebelum perhelatan Asian Games 2018 berlangsung, dirasa Luhut dapat terpenuhi.
"LRT Palembang tidak ada masalah. Tinggal kita selesaikan LRT Jabodebek," tegas Luhut.
Pasalnya, dari segi pembiayaan, LRT Palembang yang membutuhkan dana mencapai Rp12 triliun dan telah dipenuhi seluruhnya oleh APBN. Adapun saat ini, progres pembangunan LRT Palembang telah mencapai 35 persen dari keseluruhan proyek.