Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, dari bursa global, bursa saham Wall Street di AS tadi malam bergerak variatif.
Indeks Dow Jones ditutup terkoreksi 0,2 persen di 20.054,34 terutama dipicu koreksi saham perbankan seperti Goldman Sachs. Sedangkan indeks S&P dan Nasdaq masing-masing menguat 0,1 persen dan 0,2 persen di 2.294,67 dan 5.682,45.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, IHSG masih terkoreksi pada perdagangan kemarin. Hal ini disebabkan minimnya insentif pasar baik dari domestik maupun eksternal. IHSG kemarin ditutup pada level 5.361 atau turun 20,39 poin (0,4 persen).
Namun, David optimistis dengan pergerakan IHSG hari ini. Ia meramalkan IHSG dapat menguat secara terbatas mengikuti perkembangan bursa global dan menguatnya harga sejumlah komoditas.
"IHSG dapat bergerak dalam rentang 5.350 dan resisten di 5.380," ujarnya.
Ia merinci, harga nikel naik 1,35 persen, minyak 1,35 persen, emas 0,61 persen, timah 0,5 persen, dan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) 0,52 persen.
Edwin memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.311 dan resisten 5.397. Sementara, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp13.220-Rp13.410. (gir)