"Ketemu Bu Rini Soemarno (Menteri BUMN) kemarin. Insyallah, 1 April sudah ada dua anak usaha BUMN yang IPO," ucap Tito, Kamis (9/2).
Ia mengatakan, salah satu dari anak usaha BUMN yang akan IPO tersebut bergerak dalam bidang infrastruktur. Hanya saja, Tito enggan menyebutkan lebih rinci nama perusahaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menuturkan, rencananya, salah satu dari dua anak usaha perusahaan akan IPO pada semester I 2017, sedangkan lainnya akan menggelar IPO pada semester II 2017.
Diperkirakan, keduanya melepas saham ke publik sekitar 30 persen-35 persen. Adapun, dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan masing-masing usaha. Namun, untuk Wika Realty dipastikan untuk menambah land bank.
"Wika Realty untuk perluasan land bank, kan lebih bagus pakai IPO. Kalau kredit, kurang pas karena jangka pendek," kata Bintang beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyebutkan, sedikitnya ada 10 perusahaan yang akan melakukan IPO sepanjang semester I 2017 di mana 10 perusahaan tersebut akan menggunakan buku laporan keuangan Desember 2016 untuk memenuhi persyaratan di BEI. (bir/gen)