Menurut Maryono, selama ini banyak pihak yang berinvestasi pada tanah. Padahal, tanah tersebut dianggurkan.
"Karena pasti orang-orang yang tanahnya daripada kena pajak progresif sehingga akan mendorong dia untuk membangun tanahnya untuk properti dan sebagainya," ujar Maryono di kantornya, Kamis (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarif progresif itu diberikan kepada tanah-tanah yang tidak diproduktifkan. Dengan adanya tarif yang progresif ini maka sektor properti akan lebih cepat pertumbuhannya," katanya.
Sebagai bank spesialis penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Maryono mengaku telah memiliki sistem untuk membantu pemerintah mengontrol harga rumah dari permainan makelar tanah.
Sistem ini akan memberikan informasi kepada masyarakat terkait harga rumah yang sesuai dengan tingkat kewajarannya. Informasi tersebut akan diberikan setiap waktu kepada nasabah yang ingin mengajukan KPR di BTN.
"BTN mempunyai alat yang disebut housing finance center yaitu lembaga riset untuk kita melakukan riset-riset untuk harga rumah, dengan itu kita infokan kepada masyarakat setiap waktu. Sehingga harga ini lah yang tejadi, sehingga tidak terjadi gapping atau harga bentukan para makelar," katanya. (gen)