"Saya merasa ini (Indonesia) adalah bagian dari saya. Saya merasa bagian dari Indonesia, Indonesia bagian dari saya. So, you cannot separate it, perasaan itu tak bisa terpisahkan," tutur Sri MUlyani usai membukan Pameran Sketsa Goenawan Mohammad 'Kata, Gambar' di dia.lo.gue Artspace, akhir pekan lalu.
Rasa cinta itu, kata Sri Mulyani, semakin kuat kala ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membuatnya harus berkantor di Washington D.C., Amerika Serikat. Ia meyakini bahwa ide untuk membuat Indonesia menjadi negara yang besar bisa diwujudkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Sri Mulyani, Indonesia merupakan negara yang indah dan memiliki aset berupa manusia yang bisa dibanggakan.
Rasa cinta terhadap Indonesia menurutnya akan membuat kewajiban membayar pajak tidak terasa berat. Pasalnya, sebagai warga negara, ia sadar bahwa, tanpa penerimaan pajak, negara tidak bisa membangun.
Seperti yang kerap disampaikan Sri Mulyani di berbagai kesempatan, Rp1 triliun setara dengan biaya pembangunan jalan raya sepanjang 155 kilometer (km), bantuan beras bagi 729 ribu rumah tangga miskin, membuka lahan sawah baru 52.631 hektar (ha), ataupun membayar gaji 10 ribu polisi setahun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), jumlah wajib pajak terdaftar (WP) hanya 32,77 juta dari sekitar 250 juta penduduk. Dari WP terdaftar tersebut, jumlah WP yang wajib melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak (SPT) Pajak sebanyak 20,17 juta. Kendati demikian, tahun lalu, hanya 12,56 juta yang telah melaporkan SPT. Artinya, tingkat kepatuhan formal paak baru 62,28 persen.
Sebagai bagian dari reformasi pajak, pemerintah telah meluncurkan proram amnesti pajak mulai 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017. Program ini memungkinkan wajib pajak melaporkan harta tambahan yang selama ini tidak dilaporkan ke dalam SPT, tanpa dikenakan sanksi administrasi perpajakan dengan membayar uang tebusan tertentu. Per hari ini, Senin (13/2), jumlah harta tambahan yang dilaporkan peserta amnesti pajak telah mencapai lebih dari Rp4 ribu triliun.