Direktur Utama BEI Tito Sulistio menuturkan, perusahaan pendanaan tersebut tak hanya dapat meminjamkan dana kepada perusahaan sekuritas untuk melakukan transaksi margin.
Nantinya, dana tersebut juga bisa diperuntukan untuk kebutuhan dana sebagai penjamin emisi efek (underwriter) bagi sebuah perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, perusahaan pendanaan ini juga dapat memberikan dana kepada perusaaan sekuritas untuk meminjamkan saham kepada investor untuk dilakukan penjualan. Tito menjelaskan, sistem ini sudah ada di negara lain. Sehingga, tidak perlu ada kekhawatiran harga saham akan jatuh.
Hanya saja, pihaknya belum mengkaji lebih lanjut terkait teknis peminjaman saham tersebut. Misalnya saja, dari mana saham tersebut dan bentuk bunga dari peminjaman saham tersebut. Tito menargetkan peminjaman saham ini dapat mulai dilakukan pada September tahun ini.
"Teknisnya nanti, tapi prinsipnya akan ada fasilitas lending and borrowing saham di securities financing itu," jelas dia.
Awalnya, BEI berharap adanya perusahaan tersebut dapat meningkatkan transaksi di pasar modal dengan menaikan jumlah saham yang ditransaksikan secara margin yang semula hanya sekitar 60 menjadi 179 saham.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan menyatakan, transaksi margin akan mendorong rata-rata nilai transaksi harian di BEI pada 2017 ini mencapai target sebesar Rp8 triliun atau naik dari rata-rata nilai transaksi harian di BEI sepanjang tahun lalu Rp7,5 triliun.