Dakwaan Ramapanicker Rajamohanan Nair, Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) pada Senin (13/2), mengungkapkan bahwa Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi diduga menemui seorang ‘perantara’ terkait dengan pengaktifan kembali status pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) PT EK Prima Ekspor Indonesia.
“Aku enggak ada komen soal itu ya,” kata Sri Mulyani di komplek Istana Kepresidenan, Selasa (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya terpaksa harus meminta maaf kepada publik, karena salah satu staf saya ditangkap menerima sogokan," ujar Sri Mulyani menanggapi anak buahnya tertangkap tangan menerima suap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK.
"Kadang, trust (kepercayaan) tidak hanya terpengaruh dalam satu event (peristiwa). Dulu, Gayus. Sekarang, namanya HS (Handang Soekarno). Itu menimbulkan prasangka. Itu di-confirm (konfirmasi). Dengan trust yang rendah, maka kemauan membayar pajak dan kepatuhan sangat terpengaruh," tegas Sri Mulyani.
Pun demikian, Sri Mulyani berkomitmen untuk terus membenahi kapasitas, sistem, serta sumber daya manusia di Ditjen Pajak. Begitu juga dengan unit eselon I lain. Sehingga masyarakat semakin percaya kepada negara atas uang yang sudah disetor.
"Kalau terbukti seperti itu yang dilakukan, pertama, dia dilepaskan dari posisinya. Kemudian, dilihat dari sisi unitnya tersebut, apa ada pola-pola yang sama," tutur Sri Mulyani.