Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar memberikan pernyataan bahwa Hary Tanoe ikut serta sebagai pihak yang diutus Susilo Bambang Yudhoyono untuk melobi dirinya agar tak memenjarakan Aulia Tantowi Pohan terkait kasus korupsi yayasan Bank Indonesia pada 2009 silam.
Seperti diketahui, setelah kasus korupsi tersebut, Antasari mendekam di penjara sekitar tujuh tahun karena tuduhan pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham PT MNC Investama (BHIT) turun tiga poin (2,14 persen) di level Rp137 per lembar, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) melemah 25 poin (4,07 persen) di level Rp590 per lembar, dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) anjlok 105 poin (6,18 persen) ke level Rp1.595 per lembar.
Sementara, hanya saham PT MNC Land Tbk (KPIG) yang berhasil menguat pada penutupan perdagangan hari ini dengan kenaikan hingga 120 poin (9,23 persen) ke level Rp1.420 per saham. Adapun, saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) berjalan stagnan sepanjang hari ini dan ditutup pada level Rp1.025 per saham.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Heldy Arifien, pemberitaan yang tengah menyerang Hari Tanoe ini otomatis mempengaruhi sikap investor dalam melakukan transaksi terhadap saham emiten grup MNC.
"Mau enggak mau direspons dengan adanya sentilan politik ini," ungkap Heldy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/2).
Pasalnya, Hary Tanoe merupakan sosok yang secara langsung memimpin Grup MNC saat ini. Tentu, peristiwa yang sedang terjadi secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja saham emiten-emitennya.
"Tapi saya yakin Global Mediacom dan Media Nusantara Citra akan positif lagi pada perdagangan Kamis besok (16/2)," jelas dia.
Sementara, untuk emiten lainnya akan mengikuti kenaian harga saham kedua emiten tersebut. Artinya, Heldy menilai penurunan ini bukan secara fundamental. Kemudian, secara teknikal Global Mediacom dan Media Nusantara Citra masih memiliki peluang untuk menguat.