Pasalnya, selama Januari 2017, tingkat realisasi rencana OPEC memangkas produksi hanya mencapai 90 persen menurut laporan International Energy Agency dan data yang dihimpun oleh OPEC.
Laporan lain yang dikeluarkan BMI menyebutkan, masih rendahnya harga minyak dunia akibat tingkat kepatuhan Irak dalam memangkas produksi hanya sebesar 40 persen dari total komitmennya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak mentah kembali melemah tipis pada hari Rabu waktu Amerika Serikat (AS) di tengah sesi perdagangan yang bergejolak didorong oleh kekhawatiran tingginya pasokan minyak mentah AS dan persediaan bensin.
Selain itu, stok bensin AS juga mencapai rekor tertinggi yaitu 259,1 juta barel. Data EIA menunjukkan, persediaan bensin telah meningkat 10 persen sejak akhir 2016, sementara permintaan bensin menurun 5,3 persen year-on-year.
Kendati demikian, pelemahan harga sempat tertahan akibat menurunnta nilai tukar Dolar AS yang mendorong pembelian minyak dengan denominasi mata uang tersebut.
Hasilnya, Brent berjangka LCOc1 melemah US$0,22 per barel ke angka US$55,75 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menurun US$0,9 per barel ke angka US$53,11 per barel. (gen)