Darmin mengatakan, pemerintah masih perlu memperhitungkan biaya tambahan untuk membawa LNG impor tersebut dari salah satu negara di kawasan Timur Tengah tersebut. Pasalnya, dengan tambahan biaya logistik tersebut, harga LNG impor dipastikan akan terkerek naik.
"Itu harganya memang segitu tapi kalau dibawa ke sini jadi berapa. Jadi, masih harus datang ke sana (ke Iran) dan nanti mari kita hitung kembali," ujar Darmin di kantornya, Kamis (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, lagi-lagi, Darmin belum bisa memastikan, bila impor LNG dari Iran berhasil disepakati, impor akan diberikan kepada industri mana, entah memberi gas murah kepada industri prioritas atau memberikan gas murah bagi kawasan industri tertentu yang juga tengah digenjot oleh pemerintah.
Untuk diketahui, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor LNG untuk memenuhi kebutuhan gas bagi industri serta menekan harga gas di Tanah Air yang belum merata.
Keterbatasan pasokan gas dan besarnya biaya logistik dan transportasi membuat harga gas di sejumlah daerah terkerek sangat tinggi, misalnya harga gas di Sumatera Utara yang menembus US$13 per MMBTU. Hal serupa juga terjadi di Aceh karena harus membawa LNG dari Papua.