Presiden Direktur Waskita Toll Road Herwidiakto menyatakan, perusahaan memang tak menampik jika perusahaan tengah melakukan penjajakan untuk melakukan IPO. Hanya saja, kondisi keuangan perusahaan yang masih negatif belum memungkinkan untuk dicatatkan di bursa.
"Kan kami posisinya empat hingga enam tahun masih berdarah-darah, jadi nggak mungkin di IPO kan karena relatif kecil," ungkap Herwidiakto, Jumat (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Waskita Toll Road memiliki konsesi jalan tol sekitar 1.100 kilometer (km). Sementara, Waskita Toll Road baru saja mendapatkan pendanaan melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) sebesar Rp3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan ekuitas pada tahap awal.
Namun, untuk meminjam dana ke perbankan perusahaan membutuhkan paling tidak 30 persen dari total nilai proyek. Artinya, perusahaan butuh paling tidak Rp21 triliun untuk dapat meminjam ke perbankan.
Herwidiakto menjelaskan, perusahaan akan mencari kekurangan dari penerbitan aksi korporasi tahun ini. Namun yang pasti, perusahaan akan mencoba mencari pembiayaan dari luar skema PINA.
Adapun, perusahaan juga berencana untuk melakukan divestasi saham untuk melengkapi kebutuhan ekuitas tahun ini.
"IPO enggak, mungkin divestasi ya," tutup Herwidiakto.