Waskita Beton Precast mampu menumbuhkan laba bersih sepanjang tahun lalu hingga 89,82 persen menjadi Rp634,81 miliar dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp334,36 miliar.
Sementara itu, Wijaya Karya Beton juga tercatat tumbuh menjadi Rp272 miliar atau naik 57 persen. Pertumbuhannya memang lebih kecil jika dibandingkan dengan Waskita Beton Precast.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto) |
"Pendapatan Waskita Beton Precast sejalan dengan estimasi kami," terang Bob dalam risetnya, dikutip Jumat (17/2).
Namun, pendapatan usaha Wijaya Karya Beton rupanya hanya mampu tumbuh tipis sepanjang tahun lalu. Peruahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,5 triliun atau naik 12 persen.
"Jumlah itu 106 persen dari estimasi kami dan 98 persen dari estimasi konsensus," jelas Bob.
Kenaikan laba bersih dan pendapatan usaha Waskita Beton yang naik tajam nyatanya juga diikuti oleh pengeluaran pajak perusahaan yang ikut tumbuh pesat menjadi Rp333 miliar. Hal ini terjadi disebabkan manajemen menginginkan untuk membayar kembali pajak dari proyek jalan tol Becakayu.
"Pada 2017, manajemen mengestimasi penurunan tingkat pajak sampai 20 persen karena perusahaan harus memenuhi syarat untuk pengampunan pajak," papar Bob.
Sementara itu, keputusan Wijaya Karya Beton menggunakan belanja modal atau capital expenditure (capex) melalui uang kas, membuat kas perusahaan tahun 2016 turun 58,49 persen menjadi Rp342 miliar dari sebelumnya 824 miliar pada tahun 2015.
"Capex untuk meningkatkan kapasitas pabrik," tutup Bob.
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)