Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih dan pendapatan non bunga. Terutama didorong oleh membaiknya usaha di treasury dan pasar modal maupun pendapatan dari bancassurance, serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 7,2 persen year on year.
Untuk aset, bank asal Malaysia itu mampu mencatatkan pertumbuhan hingga Rp241,57 triliun per 31 Desember 2016, naik sebesar 1,1 persen secara yoy. CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Tahun lalu, CIMB Niaga menyalurkan kredit mencapai Rp180,16 triliun naik 18,6 persen dari periode yang sama tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun sisanya berasal dari wholesale banking, yang terdiri dari kredit korporasi sebesar Rp61,01 triliun atau 34 persen serta kredit komersial sebesar Rp33,22 triliun sebesar 18 persen.
Ke depan, CIMB Niaga akan fokus meningkatkan CASA, sekaligus mengelola struktur biaya dan meningkatkan produktivitas. Penekanan pada bisnis Consumer dan SME menjadi kunci utama dalam strategi pertumbuhan perseroan.
"Di 2017, kami akan terus memperkuat jaringan digital dan memperluas basis nasabah, sejalan dengan tujuan kami menjadi bank digital terdepan di Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia yang membaik bersamaan dengan posisi permodalan CIMB Niaga yang solid menegaskan prospek positif bisnis bank untuk jangka menengah dan panjang,” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor Siahaan dalam keterangan resmi, Senin (20/2). (gen)