Namun demikian, sayangnya laba yang dikantongi industri modal ventura malah menciut. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih modal ventura pada akhir 2016 sekitar Rp213 miliar atau turun 5,3 persen ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai Rp225 miliar.
Harap maklum, jumlah beban yang harus dibayarkan meningkat lebih kencang dibanding jumlah pendapatannya. Tercatat, jumlah beban sebesar Rp1,50 triliun atau naik 19,2 persen. Sementara, jumlah pendapatan cuma terkerek 12,2 persen menjadi Rp1,77 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati laba industri modal ventura menciut, aktivitas usahanya terus membaik. Ini sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengembangkan industri modal ventura dalam dua tahun belakangan.
Awal tahun lalu, OJK merilis empat Peraturan OJK (POJK) terkait dan masih merancang aturan pendukung lainnya. Dumoly F Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK bilang, kehadiran modal ventura bisa menjadi jembatan penemuan bisnis rintisan (start up) yang kreaitf dan inovatif. (bir/gen)