Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengungkapkan, tak tercapainya target penjualan perseroan tak terlepas dari kondisi perekonomian nasional yang belum cukup baik dan memanasnya situasi politik.
"Penjualan 2016 menjadi berat karena itu. Tetapi, sebenarnya, untuk kami ini masih cukup baik. Kami mencapai hampir 90 persen. Jika dibandingkan pengembang lain, pencapaian mereka masih jauh dibawah itu," ungkap Hermawan, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermawan menilai, kawasan Jabodetabek masih menjadi kawasan favorit dan memiliki nilai yang tinggi. "Di Jabodetabek, lahan kami 90 persen," tuturnya.
Angka tersebut lebih tinggi 15,68 persen ketimbang pencapaian marketing sales tahun lalu. Perseroan mendorong marketing sales properti sektor komersial mencapai Rp2,85 triliun atau lebih tinggi 71 persen dari pencapaian tahun lalu.
Menurutnya, permintaan properti sektor komersial masih cukup tinggi hingga akhir tahun lalu. Bila mengacu pada data Bank Indonesia (BI), indeks permintaan terhadap properti komersial pada kuartal III 2016 naik 0,46 persen. Pencapaian tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 0,28 persen.
Makanya, Hermawan bilang, perseroannya telah menyiapkan beberapa proyek komersial seperti, The Element di Kuningan, Southgate Residence di TB Simatupang, dan Klaska di Surabaya. (bir/gen)