"Tadinya mau visit, sudah ngomong sama Pak Chappy, tapi tiba-tiba dia mau istirahat jadi nggak tahu deh yang baru siapa," ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Rabu (22/2).
Tito pun masih belum melakukan penjadwalan ulang untuk melakukan pertemuan tersebut hingga saat ini. Sementara, ia menilai Freeport perlu IPO untuk dapat memecahkan permasalahan divestasi saham sebesar 51 persen ke pihak Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menjelaskan, dengan menjadi perusahaan publik di Indonesia, maka keuangan perusahaan tambang tembaga tersebut dapat lebih transparan. Dengan sisa kewajiban divestasi saham Freeport tersebut Tito menilai dapat diberikan kepada masyarakat melalui IPO.
Lebih lanjut ia menjelaskan, lembaga jaminan sosial seperti BPJS dan Dapen perlu meningkatkan investasinya di pasar modal untuk menumbuhkan imbal hasil (yield). Pasalnya, kebanyakan Dapen atau BPJS masih lebih banyak yang menempatkan dananya dalam deposito.
Saat ini, porsi investasi lembaga tersebut di pasar modal baru berkisar 14 persen. Sementara, Tito menargetkan porsi investasi mereka di pasar modal dapat bertambah 20 persen hingga 30 persen.
“Hitungan kami kalau naik hingga 30 persen itu, peluang dua tahun mereka bisa Rp80 triliun loh," jelas Tito. (gen)