Berdasarkan data perdagangan di New York Stock Exchange (NYSE), harga saham induk PTFI di Negeri Paman Sam ini melemah 2,83 persen pada Rabu (22/2) waktu setempat. Di hari sebelumnya, saham dengan kode FCX tersebut telah anjlok lebih dalam, 5,23 persen. Adapun perdagangan saham di AS libur pada Senin (20/2) karena President's Day.
Seperti dilansir dari Barrons.com, Analis Deutsche Bank Chris Terry memangkas peringkat saham tersebut, dari "tahan" menjadi "jual". Tak hanya itu, Terry juga 'menyunat' target harga saham FCX dari US$14 per lembar, menjadi US$12,5 per lembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terry menambahkan, saat ini Deutsche Bank menaksir, nilai saham PTFI di Grasberg sebesar US$17,8 miliar, setara US$8,3 per lembar, turun dari US$12,9 miliar atau US$9,1 per lembar. Ia menilai tambang Grasberg memiliki kualitas tinggi, berumur panjang, berbiaya rendah, tetapi risiko operasional dan kepemilikannya berlanjut meningkat.
"Freeport itu perusahaan publik. Kalau dia berhenti, dia juga akan jatuh sahamnya. Jadi, dalam hal ini tidak ada yang disebut menang atau kalah," ujar Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (22/2).
Bila pemerintah dan PTFI tak kunjung menemukan pemecahan masalah dalam 120 hari sejak Jumat lalu (17/2) , Freeport McMoran Cooper & Gold Inc., induk PTFI di Amerika Serikat mengaku akan membawa masalah ini ke jalur peradilan luar negeri atau arbitrase. (gir)