Steve Kosasih, Direktur Keuangan Wijaya Karya menuturkan, pencapaian kontrak baru ini meningkat 336,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan sendiri menargetkan mampu memperoleh kontrak baru sebesar Rp43,24 triliun sepanjang 2017. Steve mengaku kondisi keuangan perusahaan yang terbilang sehat bisa membantu tercapainya target tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca menerbitkan rights issue pada tahun lalu, sambung Steve, posisi rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) kini tiga kali hingga 3,5 kali. Menurutnya, perusahaan akan memiliki pendanaan sebesar Rp21 triliun hingga Rp28 triliun.
Kantor Pusat Wijaya Karya. (Dok. Sekretariat Kabinet) |
Adapun, beberapa proyek yang telah diperoleh perusahaan hingga Februari ini yakni, pembangunan integrated tank storage terminal, Trans Park Cibubur, PLTU 1 x 1.000 MW di Cilacap, Jakarta International Equestrian, Jetty and Logistic Services di Lamongan, Jembatan Soebada di Timor Leste, dan Jalan dan Jembatan Natar Boa di Timor Leste.
Target 2017
Steve mengaku, manajemen Wijaya Karya menargetkan laba bersih naik hingga 20,45 persen menjadi Rp1,21 triliun dari pencapaian 2016 sebesar Rp1,01 triliun.
Sementara, seluruh kontrak yang didapatkan perusahaan tahun ini sebesar Rp102,94 triliun. Tak tanggung-tanggung, target tersebut naik hingga 123,59 dari pencapaian 2016 Rp83,29 triliun.
"Komposisi perolehan kontrak baru tahun ini diproyeksi berasal dari kontribusi kontrak pemerintah 29,8 persen, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 30 persen, dan swasra 40,2 persen," pungkasnya.
Kantor Pusat Wijaya Karya. (Dok. Sekretariat Kabinet)