Namun, Jokowi menyebut tidak serta merta fasilitas angkutan massal tersebut bisa langsung digunakan. Mengingat sarana dan prasarana MRT nya masih perlu disiapkan.
“Hari ini kita sudah bisa menyampaikan bahwa seluruh terowongan yang dibangun untuk MRT sudah sambung,” kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelesaian pengerjaan terowongan bawah tanah ini merupakan bagian dari pembangunan MRT Jakarta fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer (km).
Simpang Susun Semanggi
Selain meninjau proyek MRT, Jokowi juga memeriksa perkembangan pembangunan proyek Simpang Susun Semanggi. Jokowi meyakini bahwa proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi akan mengurangi sekitar 30 hingga 40 persen kemacetan di sekitar Semanggi, yang telah terjadi bertahun-tahun, baik pagi, siang, maupun malam.
“Dan ini menjadi salah satu solusi bagi kemacetan di Semanggi yang sudah bertahun-tahun kita rasakan, baik pagi, maupun sore, dan malam,” tegasnya.
Simpang Susun Semanggi dibangun sepanjang 1,8 kilometer atau 1.800 meter dengan trase struktur jembatan yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Tol Dalam Kota.
“Kita harapkan dengan selesainya ini, Simpang Susun Semanggi ini, insya Allah pertengahan tahun ini sudah bisa kita pakai, kita resmikan,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta juga memberikan apresiasi pada PT Wijaya Karya Tbk atas kecepatan pembangunan proyek dan pembiayaan yang sangat efisien, serta sangat murah.
Menurut laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek tersebut hanya menelan investasi sebesar Rp360 miliar. (gen)