"Sekarang lagi persiapan, paling optimisnya Maret," ujarnya, seperti dilansir ANTARA, Senin (27/2).
Penerbitan sukuk global itu akan dilakukan untuk mendukung pembiayaan pemerintah dalam APBN 2017, dengan mempertimbangkan adanya diversifikasi pasar pembeli obligasi syariah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scenaider belum bisa mengungkapkan secara detail rencana diversifikasi pasar pembeli sukuk global tersebut, namun pembukaan pasar baru itu di antaranya bisa dilakukan di Eropa barat maupun negara skandinavia yang memiliki pendapatan per kapita tinggi.
Tahun lalu, pemerintah menerbitkan sukuk global senilai US$2,5 miliar, yaitu seri SNI21 dengan tenor lima tahun dan nominal US$750 juta, serta seri SNI26 dengan tenor 10 tahun dan nominal US$1,75 miliar pada akhir Maret.
Distribusi wilayah terbesar untuk seri SNI21 adalah di Timur Tengah sebesar 42 persen, Asia selain Indonesia 31 persen, Indonesia 10 persen, Eropa 15 persen dan Amerika 2 persen.
Sedangkan, distribusi wilayah terbesar untuk seri SNI26 adalah di Timur Tengah sebanyak 28 persen, Asia selain Indonesia 25 persen, Eropa 22 persen, Amerika 15 persen dan Indonesia 10 persen.
Untuk penerbitan sukuk global tersebut, pemerintah melakukan roadshow di pusat keuangan syariah, seperti London, Jeddah dan Singapura. Transaksi itu mendapatkan respon yang baik dari investor global dan menghasilkan penawaran hingga US$8,6 miliar. (bir)