Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, dari bursa global, saham Wall Street bergerak bervariasi menjelang pidato Donald Trump di depan kongres Amerika Serikat (AS).
Menurut David, pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) untuk mengantisipasi isi pidato Trump dalam menyampaikan rencana reformasi pajak yang pernah ia sampaikan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatanya, indeks Dow Jones mengalami koreksi 0,12 persen ke level 20.812,24, setelah menguat selama dua belas sesi perdagangan terakhir. Kemudian, S&P500 melemah 0,26 persen dan Nasdaq turun 0,62 persen.
Sepanjang Februari, sambung David, IHSG berhasil menguat 1,75 persen setelah pada awal tahun ini bergerak stagnan (flat).
"Perdagangan saham sepanjang Februari lebih bergairah ketimbang Januari. Ini tercermin dari volume transaksi rata-rata harian mencapai 18,20 miliar saham meningkat dari Januari yang hanya 12,05 miliar saham," papar David.
Hari ini, ia memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.350 dan resisten 5.400. Selain rilis data inflasi dan harga komoditas, laju IHSG juga masih dipengaruhi oleh rilis laba sejumlah emiten hari ini.
David memprediksi, tingkat inflasi bulan Februari sekitar 0,3 persen secara bulanan dan 3,82 persen secara tahunan.
"Posisi IHSG saat ini masih terlihat bertahan dalam rentang konsolidasi wajar, memiliki potensi akan kembali menguat salama support level tidak dijebol," terang William dalam risetnya. (gir)