Richard Adkerson, CEO Freeport-McMoran Inc mengklaim, bahkan Rio Tinto Plc, mitra tambang tembaga dan emas Freeport di Grrasberg, turut mendukung Freeport untuk lebih keras menghadapi pemerintah Indonesia.
Dengan bahasa lain, Adkerson mengatakan, peraturan baru yang dibuat oleh pemerintah Indonesia merupakan bentuk perampasan aset Freeport. "Banyak dari pemegang saham kami merasa kami terlalu baik. Sekarang, kami dalam posisi mempertahankan hak-hak kami di bawah kontrak," ujarnya dalam konferensi pers di Florida, mengutip Reuters, Selasa (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Freeport mengancam membawa sengketa dengan pemerintah Indonesia ke arbitrase. Pemerintah Indonesia dianggap ingin memeras pendapatan lebih banyak dari penambang Freeport melalui perubahan aturan.
Namun begitu, ia berharap, sengketa kedua pihak dapat diselesaikan secara kooperatif, meskipun pemerintah Indonesia sejauh ini dinilai menanggapi terlalu agresif melalui menteri-menterinya.
Asal tahu saja, Freeport berhenti mengekspor tembaga sejak pertengahan Januari. Hal ini membuat harga komoditas perusahaan tambang asal AS tersebut terus melorot hingga US$6,204 per ton di London Metal Exchange pada bulan ini.
Karena ekspornya terhenti, manajemen Freeport berencana memangkas produksi di Grasberg hingga 60 persen. Ini berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK). (bir/asa)