Direktur Wholesale Banking Kusman Yandi mengatakan, proyek pertama yang mungkin segera terealisasi yakni pengembangan wilayah pelabuhan Kuala Tanjung milik PT Pelindo I.
Sementara proyek lainnya yang sudah masuk dalam pipeline tahun ini yakni pembiayaan proyek infrastruktur yang digarap oleh dua perusahan BUMN karya dengan total nilai mencapai Rp2 triliun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pembiayaan infrastruktur tahun ini memang menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis BSM, selain itu, BSM juga berkomitmen untuk mewujudkan sinergi di antara anak perusahaan BUMN.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSM tahun lalu tercatat sebesar 12,62 persen secara tahunan dari Rp62,1 triliun per Desember 2015 menjadi Rp69,9 triliun per Desember 2016.
Sekitar 49,58 persen atau sebesar Rp34,7 triliun dari total DPK merupakan dana murah seperti giro dan tabungan. Adapun sepanjang tahun 2016 perseroan telah berhasil mengelola dana haji sebesar Rp 3,68 triliun.
Sampai akhir tahun 2016 lalu,tercatat penyaluran pembiayaan BSM tumbuh 8,8 persen secara tahunan atau meningkat Rp4,5 triliun dari Rp51,1 triliun per posisi Desember 2015 menjadi Rp55,6 triliun per Desember 2016. Adapun portofolio pembiayaan wholesale Banking sebesar Rp24,79 triliun. (gir/gen)