Ketua DPR Setya Novanto menjelaskan terobosan yang harus diambil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus dikaitkan dengan reformasi perpajakan sebagai jurus utama dalam menekan defisit anggaran.
"Guna memastikan defisit dalam batas aman sesuai Undang-Undang (UU), maka perlu optimalisasi penerimaan negara," ujar Setya, dikutip Rabu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai strategi optimalisasi penerimaan negara, termasuk ekstensifikasi barang kena cukai menjadi pertimbangan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia menjelaskan, selama ini kontribusi penerimaan cukai di Indonesia masih didominasi oleh setoran cukai hasil tembakau (CHT).
"Di negara lain, cukai program yang didesain untuk disinsentif konsumsi. Kalau ingin kurangi konsumsi yang kurang baik seperti plastik," ujar Sri Mulyani.
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mendukung rencana pemerintah menambah jumlah objek cukai. Tidak hanya plastik, Misbakhun meminta pemerintah berani memungut cukai dari barang lainnya.
Usulan itu disampaikan Misbakhun dalam rapat dengar pendapat Komisi XI dengan DJBC beberapa waktu lalu.
"Saya setuju kalau DJBC menambah banyak barang kena cukai. Saya dukung bila DJBC minta dua, tiga, empat bahkan lebih objek cukai baru. Saya siap galang teman-teman di DPR agar disetujui," kata Misbakhun. (gen)