Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan harga beras dalam dua bulan ke depan sejalan dengan penurunan harga gabah di tingkat petani sepanjang Februari lalu.
"Harga gabah di tingkat petani turun tajam, 2,41 persen, itu akan berimbas ke harga beras. Saya kira, harga beras akan berperan dalam menjaga inflasi atau deflasi kecil di Maret," jelas Sasmito di kantornya, Rabu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas di gudang beras. (CNN Indonesia/Denny Aprianto) |
Berdasarkan data BPS, harga semua jenis beras mengalami penurunan pada bulan lalu. Tercatat, harga beras premium turun 0,24 persen menjadi Rp9.408 per kilogram (kg), harga beras medium turun 0,57 persen menjadi Rp9.048 per kg, dan harga beras berkualitas rendah merosot sampai 0,99 persen menjadi Rp8.584 per kg.
Adapun terhadap laju inflasi di bulan Februari, beras yang memiliki andil besar terhadap inflasi berhasil membuat laju inflasi Februari menurun dikisaran 0,23 persen. Padahal, di Januari 2017, BPS mencatat laju inflasi mencapai 0,97 persen.
Sedangkan, rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani sebesar Rp5.525 per kg atau merosot 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Ini karena musim panen raya, di sisi lain, cuaca kurang mendukung, cuaca basah sehingga harga gabah dan beras menurun," kata Sasmito.
NTP Seret
Kepala BPS Suhariyanto mencatat, penurunan harga gabah rupanya berdampak negatif pada Nilai Tukar Petani (NTP) yang ikut menurun sebesar 0,58 persen, yakni dari 100,91 menjadi 100,33. Khususnya, lanjut Suhariyanto, penurunan harga gabah membuat NTP sektor tanaman pangan anjlok hingga 1,61 persen, dari semula 97,68 menjadi 96,11.
"Komoditas yang mempengaruhi harga yang diterima petani adalah harga gabah. Harga gabah ini memang turun," ujar Suhariyanto pada kesempatan yang sama.
Namun begitu, Suhariyanto memastikan, musim panen petani yang berjalan sejak Februari lalu memang membuat NTP seret di hampir semua sektor. Misalnya, sektor hortikultura yang mengalami penurunan NTP sebesar 0,04 persen dan sektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,04 persen.
"Untuk sektor hortikultura mengalami penurunan tipis karena meski trennya turun tapi harga cabai rawit dan bawang merah mengalami peningkatan," imbuhnya. (gir)
Aktivitas di gudang beras. (CNN Indonesia/Denny Aprianto)