Seperti dilansir dari Reuters, produksi minyak Rusia pada Februari tidak berubah dari Januari di angka 11,11 juta barel per hari (bph). Data kementerian energi menunjukkan, pemangkasan baru mencapai 100 ribu bph atau hanya sepertiga dari tingkat yang dijanjikan oleh Moskow di bawah perjanjian dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak.
Harga minyak Brent berjangka mengakhiri sesi dengan melemah US$1,28 atau 2,3 persen menjadi US$55,08 per barel. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,22 atau 2,3 persen pada US$52,61 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar minyak memperpanjang penurunan dari hari Rabu ketika data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik untuk minggu kedelapan berturut ke rekor 520,2 juta barel pekan lalu.
"Ini terlalu dini untuk berbicara tentang apa yang akan kita bahas pada bulan April-Mei," kata Novak Reuters dalam sebuah wawancara.
Novak memperkirakan harga minyak mentah Brent akan bergerak rata-rata di antara US$55 dan US$60 per barel tahun ini. Sementara minyak Urals, andalan Rusia, mungkin diperdagangkan US$2-US$3 per barel di bawah itu. (gir)