Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda, menyatakan Indonesia merupakan penghasil terbesar minyak sawit bersertifikasi di dunia. Indonesia terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan sektor sawit Indonesia yang berkelanjutan.
"Berdasarkan skema Roundtable Sustainable Palm Oil, Indonesia merupakan penghasil terbesar minyak sawit bersertifikasi di dunia dengan produksi 6,5 juta ton atau 52 persen dari 12,65 juta ton total produksi minyak sawit bersertifikasi global," kata Arlinda dalam keterangan resmi, Jumat (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Promosi terhadap sawit Indonesia yang berkelanjutan akan terus gencar dilakukan di negara mitra dagang. Kolaborasi dengan stakeholders lokal di Perancis perlu dibina untuk menggalang dukungan terhadap sawit Indonesia," ujar Arlinda.
Promosi akan dilakukan secara komprehensif, baik kerja sama antar pemerintah; pemerintah dengan swasta; dan dengan kalangan industri, akademisi, serta lembaga penelitian untuk menyampaikan edukasi bahwa sawit Indonesia berkelanjutan.
“Informasi yang valid mengenai sawit Indonesia harus terus dipromosikan dan dipublikasikan, termasuk, komunikasi dengan jaringan ritel dan supermarket seperti Casino U, yang menjual produk-produk berlabel no palm oil,” lanjut Arlinda.
“Indonesia siap memenuhi permintaan 100 persen minyak sawit berkelanjutan untuk mendukung Deklarasi Amsterdam,” tegas Arlinda.
Deklarasi Amsterdam adalah deklarasi yang ditandatangani pada 7 Desember 2015 oleh Belanda, Jerman, Denmark, Inggris, dan Perancis serta didukung Norwegia. Deklarasi Amsterdam mendukung diterapkannya 100 persen sustainable palm oil pada rantai nilai palm oil di Uni Eropa tahun 2020. (gir/gen)