Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putro menuturkan, laba BUMN tahun lalu menjadi Rp164 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp149 triliun.
Sementara itu, pendapatan BUMN tercatat tumbuh 6,1 persen dari Rp1,69 triliun menjadi Rp1,8 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data prognosa itu ada 16 BUMN yang mengalami kerugian. Masih angka prognosa. Harapannya kalau sudah audit lebih kecil lagi," ungkap Iman di Jakarta, Jumat (3/3).
Selanjutnya, Iman memaparkan, pemakaian belanja modal atau capital expenditure (capex) BUMN sepanjang 2016 mengalami kenaikan 35 persen menjadi Rp297 triliun dari Rp220 triliun tahun 2015.
Sementara, biaya operasinal atau operating expenditure (opex) sebesar Rp1,51 triliun, turun 2,8 persen dari sebelumnya Rp1,56 triliun. Selain itu, untuk asetnya sendiri tumbuh 9,8 persen menjadi Rp6,32 triliun.
Dengan pencapaian yang sudah ada, BUMN pun menargetkan adanya pertumbuhan pendapatan hingga 17,4 persen dan laba mencapai 20,1 persen.
Menteri BUMN Rini Soemarno berharap perusahaan BUMN dapat lebih profesional, kompetitif, dan memberikan kesejahteraan untuk rakyat. Untuk itu, tahun ini Kementerian BUMN berkomitmen melakukan sinergi antar perusahaan BUMN.
Beberapa langkah lain yang akan ditempuh tahun ini yaitu, hilirisasi kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah terpadu, dan kemandirian keuangan dan penciptaan nilai. (evn)