Teknis Implementasi Investasi Arab Saudi Dibahas Tim Khusus

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Sabtu, 04/03/2017 20:12 WIB
Teknis Implementasi Investasi Arab Saudi Dibahas Tim Khusus Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan bahwa teknis dari implementasi investasi yang disepakati Indonesia dan Arab Saudi akan dibantu oleh tim-tim khusus yang dibuat oleh kedua negara. Tujuannya adalah untuk mempercepat terlaksananya seluruh kerjasama yang telah disepakati, mulai dari bidang pendidikan, sosial, serta keagamaan.

Menurut Kalla, kunjungan Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud seperti sekarang tak mungkin membahas masalah teknis. Bagi dia, pembahasan teknis justru akan dilakukan setelah ini.

"Kunjungan seperti ini tidak teknis, teknisnya setelah ini. Kami membuat tim dan mereka membuat tim juga," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah, Sabtu (4/3).


Sebagai catatan, ada beberapa kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi yang sebenarnya telah terealisasi sejak lama. Beberapa kerjasama itu antara lain adalah soal pendidikan, keagamaan, hingga ekonomi.


Khusus untuk ekonomi, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pertamina yang terjadi tahun lalu, telah menghasilkan sebuah kilang di kawasan Cilacap.

Sementara kerjasama lain yang sedang dijajaki adalah soal potensi pariwisata yang cocok untuk masyarakat Timur Tengah, dalam arti luas adalah pariwisata halal yang cocok untuk keluarga dalam jumlah besar.

"Kalau di Bali atau di Padang nanti mereka minta segera, itu yang mereka bicarakan lagi di sini," katanya.

Sebelumnya Jusuf Kalla sudah menduga bahwa Arab Saudi akan melakukan investasi non migas. Itu dilakukan demi mencapai visi misi ekonomi mereka di 2030 mendatang.

Bidang-bidang yang menurut Jusuf Kalla layak untuk ditawarkan ke Arab Saudi ada banyak jumlahnya. Beberapa bidang yang disinggung Jusuf Kalla adalah wisata, keuangan, hingga perbankan.


"Indonesia menawarkan banyak hal, kemungkinannya di bidang investasi, wisata, keuangan, perbankan, dan khususnya investasi di bidang kilang minyak," kata Kalla, beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, ada 11 nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi. Penandatanganan dilakukan saat rombongan Raja Salman berkunjung ke Istana Bogor pada Rabu (1/3). Nota kesepahaman itu mencakup bidang pembangunan, kebudayaan, pengembangan usaha kecil dan menengah, kesehatan, riset sains dan pendidikan tinggi, keagamaan, kelautan dan perikanan, perdagangan, pemberantasan kejahatan, serta aeronautica. (les)