Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengklaim, kemampuan manajemen meningkatkan kinerja keuangan tidak terlepas dari upaya menjalankan program kerja strategis dalam investasi, pelayanan dan teknologi informasi.
Mengutip laporan keuangan perseroan, aset investasinya tumbuh 17,58 persen menjadi Rp167,35 triliun. Komposisi aset investasi, antara lain obligasi, sukuk, dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) sebesar Rp124,28 triliun. Sementara, deposito mencapai Rp28,28 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, sambung Iqbal, jumlah hasil investasinya ikut terkerek naik 23,04 persen dari Rp12,36 triliun menjadi sebesar Rp15,21 triliun.
"Tahun lalu, investasi langsung Taspen mencapai Rp1,9 triliun atau dua persen dari total investasi. Ditargetkan, investasi langsung tahun ini bisa mencapai empat persen atau sekitar Rp8,5 triliun," terang dia. (bir)