Peningkatan juga terjadi di harga ICP SLC/Minas yang menyentuh angka US$53,36 per barel, dari posisi bulan sebelumnya US$53,11 per barel.
Dikutip dari lama resmi Kementerian ESDM, Tim Harga Minyak menyatakan, kenaikan harga ini merupakan imbas dari perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional. Sebagai informasi, harga minyak Brent pada bulan lalu meningkat US$0,55 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$0,85 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasi ini sudah terlihat di bulan Januari silam, di mana produksi negara-negara OPEC, kecuali Libya dan Nigeria, turun sebesar 1,04 juta barel per hari menjadi 29,93 juta barel per hari pada bulan Januari 2017.
Selain itu, tingkat produksi Rusia juga turun 0,1 juta barel per hari menjadi 11,48 juta barel per hari. Hal ini berkontribusi banyak terhadap penurunan produksi 11 negara non-OPEC sebesar 558 ribu barel per hari pada periode yang sama.
Selain minyak mentah, persediaan bensin dan produk distilasi Amerika Serikat juga menurun pada akhir bulan Februari 2017 dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat, stok bensin menurun 0,7 juta barrel menjadi 256,4 juta barel dan stok distilasi turun 5,6 juta barel menjadi 165,1 juta barel.
Tak hanya itu, IEA juga merevisi naik proyeksi permintaan minyak dunia pada periode yang sama sebesar 0,1 juta barel per hari menjadi 97 juta barel per hari.
Tingkat permintaan minyak India juga meningkat 197 ribu barel per hari menjadi 4,74 juta barel per hari pada Desember 2016 dibandingkan tahun lalu sebelumnya. (gir/gen)