Pada akhir Januari lalu, BI mencatat kenaikan cadev sebesar US$0,5 miliar menjadi US$116,9 miliar dibandingkan akhir Desember 2016.
"[Cadev Februari] potensinya naik," tutur Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (6/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan tahu, inflow kita sampai akhir Februari itu sampai Rp26 triliun," jelasnya.
"Pinjaman negara tidak dikeluarkan pada bulan Februari," ujarnya.
Sebelumnya, Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengungkapkan pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan cadangan devisa bulan lalu menjadi US$117,2 miliar.
Sebagai informasi, BI akan merilis data cadev Februari pada hari ini, Selasa (7/3). (gen)