PT Adhi Karya Tbk, salahsatunya yang berencana memabngun proyek yang mengusung konsep TOD. Pengembangan kawasan TOD akan dilakukan melalui kawasan terpadu atawa mixed used yang terletak di Pancoran, Bekasi Timur, Ciracas, dan Sentul.
"Banyak di TOD mana-mana, nanti dikerjakan anak usaha properti lainnya," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah awal, Adhi Karya berniat membangun apartemen. Diikuti oleh gedung perkantoran, apartemen, dan pusat perbelanjaan. "Tahun ini, rilis apartemen dulu, rilisnya berbarengan di semua lokasi," terang Budi.
Selain Adhi Karya, pengembang lainnya yang juga mengembangkan proyek kota mandiri berbasis penggunaan angkutan massal, yaitu PT Ciputra Residence. Developer properti kelas kakap ini merancang proyek properti TOD di kawasan Maja bertajuk Citra Maja Raya.
Direktur Ciputra Residence Agussurja Widjaja menjelaskan, pihaknya kini tengah mengincar lahan lain untuk mengembangkan proyek properti berbasis TOD. "Kami lagi cari, karena kan memang permintaannya ke arah sana. Lagi cari-cari dekat stasiun, tapi kan memang tanahnya terbatas," papar Agus.
Menurut dia, jumlah permintaannya masih didominasi dari Pulau Jawa. Hal ini juga disebabkan oleh masih rendahnya harga komoditas, sehingga permintaan properti di luar pulau Jawa lemah.
"Tapi kalau meningkat, nanti booming lagi. Kan Kalimantan, Sulawesi itu ketergantungan dengan komoditas batu bara, karet, dan cokelat," ungkapnya.
Adapun, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga turut mengembangkan proyek properti berkonsep TOD di beberapa lokasi seperti, Kuala Tanjung, Teluk Lamong, dan Ciwalini.
Sekretaris Perusahaan Suradi Wongso menyebutkan, untuk kawasan Ciwalini, perusahaan akan membangun stasiun kereta api cepat terlebih dahulu. Untuk keseluruhan disainnya, perusahaan juga akan membangun kompleks kawasan terpadu.
"Tapi ini semua masih proses, masih belum," kata Suradi.