Direktur Ciputra Residence Agussurja Widjaja menyatakan, perusahaan akan menyasar segmen kelas menengah, di mana untuk apartemen akan ditawarkan dengan harga Rp30 juta-Rp35 juta per meter persegi.
"Tahun ini akan rilis yang tahap pertama, tetapi belum definitif ya, belum ada betul-betul tanggal atau bulan berapa," ujarnya, Selasa (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau semua beres ya tahun ini, kalau kondusif pokoknya, semester dua lah," kata Agus.
"Bagus itu, lama-lama jadi second-nya CBD. Penawarannya banyak nggak apa-apa, kan permintaan juga banyak," jelasnya.
Sementara, Direktur Utama Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata menyebut, proyek itu dibangun dengan skema kerja sama dalam bentuk joint venture (JV). Sehingga, nantinya akan ada perusahaan patungan yang membangun proyek itu.
Namun, Budi masih merahasiakan perusahaan lainnya yang diajak untuk bekerja sama dalam membangun proyek kawasan terpadu tersebut. Sebelumnya, ia mengungkapkan, perusahaan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sama dengan tahun lalu, yakni Rp1 triliun.
Menurut Agus, perusahaan akan menggunakan 50 persen dana tersebut untuk membiayai pembangunan proyek reguler dan sisanya untuk proyek komersial.
Proyek reguler yang dimaksud, misalnya pembangunan jalan. Sementara, untuk proyek komersial di antaranya, hotel dan pusat perbelanjaan. Rencananya, kedua proyek komersial tersebut akan dibangun di dekat Citra Raya Tangerang. (bir)