Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat menjelakan, sepanjang tahun 2016 perusahaan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp365 miliar atau mengalami kenaikan 20 persen.
Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan yang signifikan yakni, 42 persen menjadi Rp2,15 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik menjelaskan, pembagian dividen ini sebagai bentuk komitmen dari perusahaan untuk mengejar pertumbuhan kinerja dan menghasilkan laba yang dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.
"Jadi dividen saya bayar sebelum proses rights issue. Kalau dividen saya bayar setelah rights issue kan tambah bingung, nanti tambah banyak lagi sahamnya," katanya.
Untuk diketahui, PP Properti berencana menerbitkan rights issue tahun ini dengan target dana Rp1,53 triliun. Di mana Rp1 triliun berasal dari induknya yakni, PT PP Tbk (PTPP) dan sisanya dari publik.
Namun, perusahaan belum dapat menentukan rentang harga yang dapat diberikan untuk per sahamnya. Indaryanto menyatakan, nantinya harga ditentukan setelah melakukan roadshow yang akan dilakukan pekan depan.
"Kami Minggu kan ke Singapura, lalu Senin bertemu investor. Selasa dan Rabu bertemu investor Jakarta," jelasnya.
Sementara, perusahaan telah menunjuk beberapa perusahaan sekuritas sebagai underwriter dalam melakukan aksi korporasi ini di antaranya, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Securities. (gir/gen)