Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan menjelaskan pemerintah mencatat, masih ada 7 juta rumah tangga di Indonesia yang belum pernah menikmati pasokan listrik dari PT PLN (Persero).
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha). |
Di tengah keterbatasan anggaran negara dan PLN untuk menyediakan infrastruktur listrik tersebut, maka pemerintah memutuskan menjalankan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran sejak awal 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, pemerintah bisa menghemat setidaknya Rp22 triliun per tahun dengan memangkas jumlah penikmat subsidi listrik pelanggan berdaya 900 VA. Jarman mencatat, dari 23,1 juta rumah tangga yang selama ini menikmati subsidi, sesungguhnya hanya 4,1 juta rumah tangga saja yang benar-benar miskin dan tidak mampu.
Pada akhir tahun 2016, meski Rasio Elektrifikasi nasional telah mencapai 91,16 persen atau sebesar 59.656 Megawatt (MW), masih ada 2.519 desa yang belum terjangkau layanan infrastruktur listrik.
Untuk itu dibutuhkan terobosan agar masyarakat di desa-desa tersebut dapat segera menikmati listrik, antara lain dengan pendistribusian paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dimana per rumah akan mendapat empat paket. (gen)
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha).