Direktur Distributor Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, jangka waktu dan bunga yang ditawarkan lebih menarik dibandingkan program pengajuan KPR pada umumnya. Untuk KPR regular, misalnya, Bank Mandiri hanya memberikan jangka waktu mencicil maksimal 15 tahun.
Sementara, dari sisi bunga, KPR regular menawarkan bunga sebesar 8-10 persen. "Selain itu, proses pengajuan fasilitas kredit pun dapat lebih mudah dibandingkan dengan fitur produk perbankan regular," ujarnya, Senin (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memberikan fasilitas KPR, Bank Mandiri juga memberi sejumlah fasilitas kredit lainnya, seperti kredit tanpa agunan, kartu kredit, kendaraan bermotor maupun kredit serba guna untuk memenuhi kebutuhan karyawan.
"Kami berharap, melalui layanan ini seluruh pegawai Pupuk Indonesia maupun perusahaan mitra Bank Mandiri lainnya dapat menerima manfaat yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan layanan perbankan," kata Hery.
Karyawan Pupuk Indonesia juga akan mendapatkan solusi investasi melalui perusahaan anak, yaitu Mandiri Sekuritas, Mandiri Manajemen Investasi, Cicil Emas Bank Syariah Mandiri, serta Solusi Asuransi dan Proteksi melalui Axa Mandiri Financial Service, Mandiri AXA General Insurance, Mandiri Inhealth maupun Mandiri DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).
"Kami percaya bahwa pekerja Pupuk Indonesia dapat terbantu memenuhi kebutuhan layanan finansialnya melalui sinergi dengan Bank Mandiri," imbuh dia, seraya menyebutkan kerja sama ini sebagai sinergi antar perusahaan BUMN.
Program "Bank At Work"
Hingga kini, Bank Mandiri tercatat telah bermitra dengan lebih dari 4.000 perusahaan, dengan total kredit segmen ini mencapai Rp228,66 triliun pada 2016 lalu atau naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Implementasi program Bank at Work ini merupakan salah satu solusi finansial yang kami berikan untuk membantu nasabah korporasi dalam mengelola kebutuhannya, sehingga dapat memudahkan upaya perusahaan mitra kami dalam mengembangkan bisnisnya," terang Hery.
Tak hanya bagi perusahaan, fasilitas tersebut rupanya juga membuat aset Bank Mandiri kian gemuk. Pada Desember 2016 lalu, aset Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 1.038,71 triliun atau tumbuh 14,14 persen dari tahun sebelumnya