Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan, 10 blok migas itu akan dilelang dengan cara penunjukkan langsung dan lelang biasa. Kendati demikian, ia tak mau menyebut lokasi-lokasi WK migas yang dimaksud.
"Setidaknya akan ada 10 WK migas yang akan dilelang pada tahun ini. Blok mana saja tentu tunggu IPA Convex nanti," jelas Tunggal, Senin (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari implementasi rezim PSC baru ini, ia berharap pemerintah bisa menantang kembali tanggapan yang mengatakan bahwa Gross Split bisa menghambat investasi migas, layaknya analisis yang diterbitkan Wood-Mackenzie baru-baru ini.
Lebih lanjut ia menuturkan, ada kemungkinan WK migas yang tidak laku di lelang sebelumnya akan ditender pada tahun ini. Sehingga, ada kemungkinan jumlah blok migas yang ditender bisa lebih dari 10 WK.
Namun menurutnya, tidak semua blok yang tidak laku pada tahun kemarin akan kembali dilelang pada tahun ini. Menurutnya, setiap WK migas yang dilelang tahun lalu akan dievaluasi kembali.
"Kami mau kaji dulu ihwal masing-masing bloknya, jika nanti sekiranya bisa dilelang kembali. Selain itu, kami juga akan evaluasi blok migas non-konvensional yang kami lelang tahun lalu," tuturnya.
Dari penilaian yang dilakukan Kementerian ESDM, kemungkinan hanya akan ada satu pemenang dari lelang WK migas yang dilakukan di tahun lalu. Kendati demikian, pemerintah akan memanggil kembali tiga perusahaan yang berminat terhadap tiga WK migas yang telah mengembalikan dokumen lelang untuk menawarkan skema Gross Split.
"Dulu kan pasa lelang pakai sistem lama seperti open bid split. Sementara itu, Permen Gross Split ini muncul di waktu terakhir. Kontraktor pada prinsipnya apakah mau mengikuti tawaran kami atau tidak. Nanti kalau mereka tidak mau pakai gross split ya nanti kita sampaikan," pungkasnya.
Ketujuh WK yang dilelang secara penunjukkan langsung terdiri dari Bukit Barat, Batu Gajah Dua, Kasongan, Ampuh, Ebuny, Onin, dan West Kaimana.
Sementara itu, WK yang tengah dilelang secara terbuka terdiri dari Kasuri II, Munakarra Mamuju, South Coastal Plain Pekanbaru, Suremana I, South East Mandar, Oti, dan North Aguni.