Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan, nantinya sistem tersebut memungkinkan pengumpulan data terkait industri perfilman seperti jenis film yang diputar, lama pemutaran, dan jumlah penonton.
"Nanti semua bioskop akan terkoneksi dan ada transparansi," kata Triawan di sela acara Indonesia-Korea Business Summit di Jakarta, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kan kita buka bioskop di kota-kota kecil. Kalau kita tidak tahu data, kalau mereka tertutup jumlah penontonnya bagaimana?" jelasnya.
Triawan mengungkapkan kerja sama di bidang ekonomi kreatif dengan Korea Selatan (Korsel) sebenarnya bukan hal baru. Dua tahun lalu, Bekraf dan Korea Film Council (Kofic) menggelar Korea-Indonesia Global Film Network. Kemudian, Bekraf juga membantu The Korea Creative Content Agency (Kocca) mendirikan kantor perwakilan di Indonesia.
Menurut Triawan kerja sama kedua negara akan menguntungkan. Disebutkan Triawan, Korsel ingin memperluas pasar ke Indonesia, sebaliknya Indonesia juga ingin bisa masuk ke pasar Korsel.
"Ke depan masih banyak sekali, pekerjaan-pekerjaan yang bisa kami (Indonesia-Korsel) kerjakan bersama," ujarnya.