Pekan lalu, harga batu bara sendiri sempat anjlok ke bawah US$80 per metrik ton akibat turunnya harga minyak dunia menjadi sekitar US$50 per barel.
"Batu bara masih akan naik tapi tidak se-fenomenal tahun lalu," ucap Direktur Investasi Jemmy Paul Wawointana di Surabaya, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dinilai sudah price in untuk posisi saat ini. Harga saham Adaro Energy saat ini, berada di level Rp1.645 per saham dan Indo Tambangraya di level Rp16.800 per saham.
Dengan strategi tersebut, reksa dana saham memberikan imbal hasil terbesar terbesar yakni, 35 persen. "Ya, batu bara beli banyak pada 2016 karena risikonya sudah tidak ada," terang Jemmy.
Akhir tahun lalu harga batu bara acuan (HBA) yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tembus ke level US$101,69 per metrik ton di mana posisi tersebut juga harga tertinggi sejak 2012 lalu.
Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, HBA per Maret 2017 berada di level US$81,9 per metrik ton, turun tipis dari HBA per Februari 2017 US$83,32 per metrik ton.