Dorong Gerakan Non Tunai, Jasa Marga Genjot Pembayaran e-Toll

Yuliyanna Fauzi , CNN Indonesia | Rabu, 15/03/2017 17:37 WIB
Dorong Gerakan Non Tunai, Jasa Marga Genjot Pembayaran e-Toll Jasa Marga mengklaim siap mengejar target merealisasikan pembayaran jalan tol non tunai (e-toll) 100 persen hingga akhir tahun ini. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk menyukseskan program Gerakan Non Tunai yang diinisiasi pemerintah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mendorong realisasi pembayaran jalan tol non tunai (e-toll) hingga 100 persen pada akhir tahun ini.

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengklaim siap untuk mengejar target tersebut. Seluruh gardu pembayaran tol yang dimiliki Jasa Marga dianggap sudah mampu melayani pembayaran e-toll, meski belum berstatus Gardu Tol Otomatis (GTO).

"Kami mendukung cashless, non tunai. Meski tidak semua gardu yang dimiliki Jasa Marga berupa GTO, tetapi sebetulnya di gardu manual itu bisa menerima e-toll," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jasa Marga, Jakarta, Rabu (15/3).

Selain mempersiapkan diri, Desi mengungkapkan, Jasa Marga juga akan memperkuat koordinasi dengan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) dan Bank Indonesia untuk menggencarkan sosialisasi gerakan pembayaran non tunai.

Sosialisasi dinilai menjadi kunci utama bagi terwujudnya harapan pemerintah tersebut. Pasalnya, meski Jasa Marga telah menjamin seluruh gardu bisa mengakses pembayaran e-toll, namun tidak bisa dipungkiri bahwa minat masyarakat, dalam hal ini pengguna tol terhadap pembayaran e-toll masih sangat minim.

Buktinya, penetrasi penggunaan e-toll tahun lalu hanya sebesar 24,33 persen dari seluruh transaksi di jalan tol. Artinya, sekitar 75,67 persen pengguna jalan tol masih melakukan transaksi dengan pembayaran tunai di gardu-gardu manual.

Desi menuturkan, hal ini menandakan belum berubahnya kebiasaan pengguna jalan tol untuk beralih ke pembayaran e-toll. Kendati demikian, dalam catatannya, pengguna transaksi pembayaran e-toll tahun lalu meningkat sekitar 8,73 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Menurut Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun, kebijakan dan target dari pemerintah dan bank sentral terkait gerakan non tunai akan mempercepat terwujudnya pembayaran tol secara elektronik. Kebijakan ini secara tidak langsung mampu mengubah kebiasaan masyarakat saat bertransaksi di gardu tol.

"Kita tahu, memang tidak mudah untuk mendorong masyarakat menggunakan cashless, seperti dilihat, utilisasi kami baru sekitar 24 persen," kata Refly pada kesempatan yang sama.

Hanya saja, Refly berharap, kebijakan ini tak membuat masyarakat merasa kesulitan untuk menggunakan jalan tol. Sebab, yang utama dari pelayanan jalan tol adalah bagaimana masyarakat menjadi terbantu, lebih cepat, dan nyaman. "Kalau masyarakat belum siap, kita harus perhatikan," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana mengubah kebiasaan transaksi pembayaran di jalan tol dari tunai menjadi non tunai untuk meminimalisir kemacetan panjang di gerbang tol. Di sisi lain, pemerintah juga tengah menggalakkan pembayaran non tunai agar semua transaksi terekam dan memudahkan masyarakat.