Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengklaim siap untuk mengejar target tersebut. Seluruh gardu pembayaran tol yang dimiliki Jasa Marga dianggap sudah mampu melayani pembayaran e-toll, meski belum berstatus Gardu Tol Otomatis (GTO).
"Kami mendukung cashless, non tunai. Meski tidak semua gardu yang dimiliki Jasa Marga berupa GTO, tetapi sebetulnya di gardu manual itu bisa menerima e-toll," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jasa Marga, Jakarta, Rabu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosialisasi dinilai menjadi kunci utama bagi terwujudnya harapan pemerintah tersebut. Pasalnya, meski Jasa Marga telah menjamin seluruh gardu bisa mengakses pembayaran e-toll, namun tidak bisa dipungkiri bahwa minat masyarakat, dalam hal ini pengguna tol terhadap pembayaran e-toll masih sangat minim.
Desi menuturkan, hal ini menandakan belum berubahnya kebiasaan pengguna jalan tol untuk beralih ke pembayaran e-toll. Kendati demikian, dalam catatannya, pengguna transaksi pembayaran e-toll tahun lalu meningkat sekitar 8,73 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Menurut Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun, kebijakan dan target dari pemerintah dan bank sentral terkait gerakan non tunai akan mempercepat terwujudnya pembayaran tol secara elektronik. Kebijakan ini secara tidak langsung mampu mengubah kebiasaan masyarakat saat bertransaksi di gardu tol.
"Kita tahu, memang tidak mudah untuk mendorong masyarakat menggunakan cashless, seperti dilihat, utilisasi kami baru sekitar 24 persen," kata Refly pada kesempatan yang sama.
Hanya saja, Refly berharap, kebijakan ini tak membuat masyarakat merasa kesulitan untuk menggunakan jalan tol. Sebab, yang utama dari pelayanan jalan tol adalah bagaimana masyarakat menjadi terbantu, lebih cepat, dan nyaman. "Kalau masyarakat belum siap, kita harus perhatikan," imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana mengubah kebiasaan transaksi pembayaran di jalan tol dari tunai menjadi non tunai untuk meminimalisir kemacetan panjang di gerbang tol. Di sisi lain, pemerintah juga tengah menggalakkan pembayaran non tunai agar semua transaksi terekam dan memudahkan masyarakat. (bir/gen)