GTO sendiri ditujukan guna mendukung kebijakan pemerintah meningkatkan pembayaran non tunai (cashless) melalui pembayaran tol elektronik (e-toll).
Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan, para karyawan di bagian transaksi gardu tol tetap memiliki kesempatan bekerja di gardu-gardu tol lainnya yang belum menyediakan fasilitas pembayaran non tunai. Misalnya, gardu di tol-tol yang berada di luar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, jalan tol yang baru akan bisa menampung sumber daya manusia (SDM) Jasa Marga yang saat ini ada. Kami tidak ada program PHK," tegas Desi.
Sementara itu, Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun mengatakan, pihak manajemen perusahaan dan Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM) telah mengadakan pertemuan pada akhir tahun lalu untuk membahas hal ini.
Menurut perusahaan, SKJM sempat menyampaikan usul untuk mengajukan langkah pensiun dini. Hanya saja, perusahaan belum mengabulkan usulan tersebut. Pasalnya, perusahaan perlu mengkaji lebih lanjut usulan dari SKJM tersebut.
Sebagai informasi, pemerintah dan BI menargetkan pembayaran non tunai dapat mencapai 100 persen dari total seluruh transaksi di jalan tol pada akhir tahun ini. Tujuannya, untuk meminimalisir kemacetan di gerbang tol dan menggalakkan pembayaran non tunai agar seluruh transaksi dapat terekam serta memudahkan masyarakat.