Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, bursa saham Wall Street menguat tadi malam. Dow Jones naik 0,54 persen ke level 20.950,10, dan S&P500 menguat 0,84 persen ke level 2.385,26.
Menurut David, pelaku pasar merespon positif kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75 persen - 1 persen sesuai dengan ekspektasi. Kenaikan suku bunga The Fed ini merupakan kenaikan kedua kali dalam tiga bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kenaikan suku bunga The Fed, pergerakan pasar global juga didukung oleh harga minyak dunia yang bangkit (rebound) 2,4 persen ke level US$48,89 per barel. Bangkitnya harga minyak turut mengerek harga saham sektor energi.
"IHSG kemarin bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. Penguatan IHSG tertahan menyusul sentimen pasar kawasan Asia yang kurang kondusif mengantisipasi rencana kenaikan bunga FFR," jelasnya.
Namun demikian, David optimistis, IHSG dapat kembali menguat pada perdagangan hari ini. Dalam hal ini, kenaikan harga sejumlah komoditas dan pembagian keuntungan (dividen) kepada pemegang saham dari sejumlah emiten juga ikut memberikan sentimen positif ke pasar.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menyebutkan, IHSG masih belum dapat menunjukan pola gerak yang berarti karena rentang konsolidasi yang belum berhasil ditembus.
Hanya saja, secara teknikal, ia menilai, IHSG dapat menembus level support 5.352. Dengan begitu, IHSG hanya perlu menunggu waktu untuk melanjutkan kenaikannya, sehingga dapat membentuk pola tren kenaikan dalam jangka pendek. William memprediksi, IHSG masih dapat menembus level resisten 5.476.