Untuk itu, Sofyan mengingatkan sesama koleganya di pemerintahan untuk tidak berpuas diri, dan harus mencermati pula strategi dan persiapan negara lain untuk memperbaiki peringkat EoDB-nya.
"Perlu diingat, negara lain akan melakukan hal yang sama. Mereka gerah Indonesia loncat jauh. Tetangga kita juga akan lakukan hal yang sama," ujar Sofyan usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vietnam menanjak delapan peringkat dan Thailand hanya naik tiga peringkat. Sedangkan Malaysia merosot lima peringkat dan Singapura turun satu peringkat.
Target 40 Besar
Adapun dari dalam negeri, Sofyan mengatakan, saat ini para Kementerian/Lembaga (K/L) telah memetakan sejumlah langkah agar impian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berada di peringkat 40 besar pada 2019 dapat tercapai.
Adapun pemetaan perbaikan tersebut paling lambat sampai Maret ini. Sehingga lepas dari Maret, saat Bank Dunia memberi lembar survei, dapat memberikan perbaikan pandangan pada kalangan usaha. Sayangnya, Sofyan tak menyebut secara pasti, peringkat berapa atau loncatan seberapa banyak yang tengah dibidik pemerintah.
Namun, dari kementeriannya, Sofyan bilang akan menjadikan perbaikan registrasi berbasis elektronik atau online sebagai fokus utama untuk mengupayakan perbaikan EoDB.
"Yakni bagaimana pendaftaran dan registrasi aset supaya bisa cepat secara elektronik. Jadi, nanti cek sertifikat cukup di website," kata Sofyan.