"Nilai [sukuk global] mungkin lebih besar dari US$2 miliar ," tutur Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (23/3).
Tahun lalu, pemerintah menerbitkan sukuk global senilai US$2,5 miliar dalam dua varian tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengungkapkan saat ini Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan tengah melakukan transaksi penjualan atas sukuk global tersebut.
Sebagai informasi, untuk pembiayaan tahun 2017, pemerintah bakal menerbitkan empat jenis Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valas dengan senilai total 25 persen dari target penerbitan Surat Berharga Negara Bruto yaitu di kisaran Rp149,25 triliun.
Pada akhir tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan obligasi global sebesar US$3,5 miliar atau setara dengan 47 triliun sebagai bagian dari strategi pembiayaan di awal (pre-funding).
Rencananya, penerbitan obligasi. Negara berdenominasi valas akan dirampungkan sebelum paruh pertama tahun ini guna mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.
Adapun total utang baru yang akan ditarik tahun ini rencananya mencapai Rp384,69 triliun yang terdiri dari SBN neto sebesar Rp399,9 triliun dan pinjaman neto sebesar minus Rp15,30 triliun.