CEO Grup MNC Hary Tanoesoedibjo menuturkan, gedung tersebut terletak dalam kompleks MNC Center di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dengan gedung bernama Media Tower. MNC Land sendiri menggelontorkan dana sebesar Rp2,5 triliun hingga Rp2,7 triliun dalam mengembangkan gedung tersebut.
Sementara, dana yang digelontorkan khusus untuk perhotelan hanya sekitar 60 persen atau Rp1,5 triliun dari total investasi pembangunan gedung Rp2,7 triliun. Hotel ini diperkirakan bisa beroperasi pada semester I 2018
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asal tahu saja, Media Tower juga akan diisi oleh perkantoran dan ruang pertemuan. Artinya, tidak keseluruhan dipakai untuk bisnis perhotelan.
Untuk kamar hotelnya sendiri, ruangan terkecil akan memiliki luas 54 meter persegi. Sedangkan, untuk kamar terbesar memiliki luas 400 meter persegi.
Secara terpisah, Wakil Direktur MNC Land. Herman Bunjamin menyebut, ruang pertemuan atau ruang serba guna akan ditempatkan di lantai dua. Sementara, sisanya diisi unit kantor hingga lantai 20.
Kemudian, untuk unit perkantorannya sendiri akan menarik beberapa perusahaan media seperti, Disney dan Fox.
"Jadi, nanti di dalamnya juga ada kantor, ruang pertemuan, ruang serba guna. Nah, itu akan berada di lantai dua," jelasnya.
Ia menjelaskan, kelas Park Hyatt sendiri terbilang lebih tinggi jika dibandingkan Grand Hyatt. Selain itu, jumlah kamarnya pun lebih sedikit jika dibandingkan dengan Grand Hyatt.
Untuk diketahui, MNC Grup sendiri memiliki total lahan seluas tiga hektare (ha) sampai empat ha di MNC Center. Namun, Hary Tanoe berencana melakukan akusisi satu sampai dua ha di sekitar kawasan MNC Center.
"Kami beli lagi dua hingga tiga ha untuk penghijauan sedang dalam proses, tapi nanti totalnya jadi sekitar enam ha," tutupnya.